Februari 2008


Interleukin-10 yang diperiksa pada penderita DBD dan DD yang dirawat di RS M Djamil Padang memperlihatkan perbedaan yang bermakna , dimana kadar IL-10 lebih tinggi pada DBD dari pada DD. Hasil ini membuktikan bahwa berlanjut tidaknya infeksi oleh virus dengue dapat dideteksi dengan memeriksa kadar IL-10, sehingga klinisi dapat memprediksi perjalanan klinis infeksi virus Dengue. Namun cost yang dibutuhkan untuk pemeriksaan IL-10 ini cukup mahal.

-fmh-

Wirid mingguan Pemko Padang jumàt pagi tadi (22/02/08) dimeriahkan dengan kedatangan rombongan dakwah Gito Rolis. Rombongan yang berjumlah sebanyak 14 orang ini melakukan perjalanan dakwah seluruh Indonesia selama 40 hari, Kota Padang merupakan daerah tujuan yang ke-22 dalam tournya ini. Selain Gito Rolis, ada juga aktor mantan narapidana kasus narkoba yaitu Hengki Tornando. Pada saat kedatangan rombongan, tanpa diduga kami juga dikunjungi oleh musafir dari mesir dan australia yang mempunyai tujuan yang sama yaitu dakwah Islam ke seluruh dunia.     

                img_0388.jpgWirid ini diawali dengan pembacaan kalam ilahi oleh qori dan qoriàh yang dilanjutkan dengan dakwah singkat dari rektor IAIN. Beliau menjabarkan tentang aliran sesat yang mengatasnamakan agama islam yang banyak beredar akhir- akhir ini. “Selain waspada, kita harus mempertebal kadar keimanan yang ada dalam diri kita sehingga tidak mudah dihasut oleh orang-orang yang ingin membawa kita dalam kesesatan”.

Acara dilanjutkan dengan dakwah agama dari Gito Rolis. Rocker ini sangat bersemangat dalam memberikan dakwah walaupun dalam kondisi yang masih lemah karena serangan stroke yang dideritanya beberapa waktu lalu. Beliau memaparkan pengalaman hidupnya menggapai kebahagiaan. Dulu hidupnya sebagai rocker selalu mencari popularitas, karena beliau mengira popularitas itu adalah suatu puncak kebahagiaan. Beliau selalu mencari sosok idola untuk mencapai tujuan tersebut, dimana pada saat itu yang menjadi idolanya adalah Mac Jager. Beliau mencontoh segala tingkah pola si idola dalam setiap inci hidupnya. Dari cara berpakaian, cara menyanyi, mabuk-mabukkan, narkoba dan masih banyak lagi kemangkiran terhadap perintah Allah.SWT. Hasil akhirnya memang beliau mencapai popolaritas tersebut, tapi apa yang beliau rasakan??. Beliau tetap tidak menemukan kebahagiaan yang diharapkan.

img_0393.jpgAkhirnya Sang Rocker mulai merenungkan inti kebahagiaan yang sesungguhnya. Beliau memulai pencariannya terhadap sosok baru yang bisa menuntunnya ke jalan Allah.SWT. Belliau mencari sosok yang benar- benar sempurna dalam mengamalkan ajaran Al-Quràn. Setelah beberapa kali kecewa, akhirnya beliau menemukan sosok sempurna tersebut yaitu Rasulullah SAW. Tidak ada manusia yang lebih sempurna dalam mengamalkan Al-Quràn dan ajaran Allah SWT selain Muhammad.SAW. Kemudian SAng Rocker yang mulanya berpenampilan ala Mac Jeger berubah ke penampilan ala Rasulullah.  Semua tingkah pola rasulpun ditirunya, walaupun beliau merasa masih banyak sekali kekurangan tetapi beliau mengajak jemaah wirid untuk mengamalkan Al-Quràn seperti rasulullah. Dimana rasul mengamalkan ajaran Al-Quràn terus-menerus selama 24 jam . Beliau berharap umat islam khususnya sasaran dakwahnya dapat mengambil pelajaran dari pengalaman hidup beliau dalam memperoleh kebahagiaan.

img_0396.jpgWirid ini dilengkapi dengan dakwah dari pimpinan rombongan, seorang daì muda yang mengabdikan dirinya pada syiar islam. Beliau memaparkan tujuan mereka adalah murni dakwah tanpa ada unsur komersil apalagi politik.

Antusias jemaah wirid terlihat dari banyaknya yang hadir dan jemaah terlihat serius mendengarka pengajian. Semoga wirid mingguan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang agama islam dan meningkatkan kesadaran agama dalam kehidupan sehari- hari.

-Pengelola SIKDA Kota Padang-

img_0322.jpgSejak dimanfaatkan Pustu Koto Pulai Puskesmas Air Dingin pada Januari 2008 yang lalu, masyarakat di tiga kelurahan (kel.koto pulai, kel.balai gadang dan kel. batang kabung ganting) lebih merasa diperhatikan kesehatannya. “Karena akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan lebih terjangkau”, ungkap seorang pasien di pustu koto pulai yang kami tanyai pada saat melaksanakan bimbingan teknis ke pustu tersebut hari ini tanggal 19 februari 2008.

Drg.Darni selaku pimpinan Puskesmas Air Dingin yang merupakan puskesmas induk dari pustu koto pulai juga menuturkan bahwa masyarakat kelurahan koto pulai dan sekitarnya sangat antusias sekali terhadap pendirian pustu ini dan berdirinya pustu ini adalah karna permintaan dari masyarakat kelurahan koto pulai sendiri. Masyarakat menyadari pentingnya sebuah tempat pelayanan kesehatan (puskesmas pembantu) di kelurahan mereka karena akses menuju Puskesmas Air Dingin relatif jauh dari lokasi ini.

Tingginya minat masyarakat dalam pemanfaatan puskesmas pembantu ini terlihat dari jumlah kunjungan yang rata-rata 15- 20 orang sehari. Ini merupakan jumlah yang cukup banyak untuk sebuah pustu yang baru dimanfaatkan , angka dibandingkan dengan jumlah penduduk kelurahan koto pulai sebanyak 3000 jiwa/511 kk dengan kondisi pemukiman penduduk yang berjarak satu sama lainnya. Pustu Koto Pulai ini juga mempunyai jadwal kunjungan dokter umum dari Puskesmas Induknya(Puskesmas Air Dingin) sekali seminggu tepatnya pada hari rabu, dan juga dilayani oleh satu orang bidan yang juga melayani persalinan di rumahnya sebagai praktek sendiri. Hal ini merupakan nilai tambah bagi pustu ini yang membuat stimulan masyarakat untuk memanfaatkan sarana ini lebih kuat.

img_0316.jpg

Letaknya yang strategis di pinggir jalan raya dan berdampingan dengan kantor lurah koto pulai juga otomatis meningkatkan jumlah kunjungan baik ke pustu maupun ke kantor lurah sendiri ungkap lurah koto pulai (Ibu Ernawati). Kondisi ini menguntungkan sekali bagi masyarakat karena dapat menyelesaikan dua urusan sekaligus, bak kata pepatah sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui.

Bimbingan teknis ini merupakan kegiatan rutin Bidang Yankes Seksi Puskesmas dan Rumah sakit yang dilaksanakan tiap tahunnya ke unit-unit pelayanan kesehatan yang berada dalam ruang lingkup Dinas Kesehatan Kota Padang. Kegiatan ini dilasanakan minimal 2 kali ke tiap-taip UPTD. Baik itu ke Puskesmas, Pustu maupun ke rumah sakit. Kegiatan ini bertujuan untuk memonitoring dan mengevaluasi kualitas pelayanan baik secara fisik maupun non fisik, cakupan pelayanan secara program maupun aksesibilitas serta mengetahui permasalahan yang dihadapi di UPTD tersebut untuk bersama dicari solusinya. Sehinggga terciptanya kualitas pelayanan prima yang diharapkan dengan hasil akhir meningkatnya derajat kesehatan yang optimal.

-Pengelola SIKDA Kota Padang-

Penghitungan kebutuhan sumber daya manusia khususnya tenaga kesehatan di Kota Padang menggunakan Methode WISN (Workload Indicator Staff Need). Methode ini sangat efektif  karna perhitungannya didasari dengan beban kerja, waktu kerja yang tersedia, standar kelonggaran dalam setahun sesuai dengan profesi dari tenaga kesehatan itu sendiri.

Kota Padang telah mulai menerapkan methode ini, dinkes menyebarkan formulir isian WISN ke seluruh Puskesmas ( 20 HC ) di Kota Padang. Sebelumnya pimpinan dan kepala tata usaha di puskesmas telah diberikan materi WISN dalam Pelatihan Manajemen Puskesmas. Sehingga diharapkan puskesmas telah mempunyai kemampuan dasar dalam menggunakan methoda ini. Beberapa puskesmas telah mengembalikan formulir tersebut ke dinkes.

Setelah semua puskesmas mengirimkan formulir isia WISN-nya, maka barulah dinkes dapat menganalisa dan menghitung kebutuhan tenaga kesehatan pada tiap UPTD-nya. Dengan methode ini diharapkan usulan formasi tenaga kesehatan dan penempatannya sesuai dengan kebutuhan dan profesi dari tenaga kesehatan itu sendiri.

Formasi tenaga dan penempatan yang sesuai profesi ini diharapkan dapat mendongkrak kualitas pelayanan yang prima dan derajat kesehatan masyarakat . Methode ini secara teknis mudah diterapkan, komprehensif dan realistik sesuai dengan kebutuhan wilayah.

-Pengelola SIK Kota Padang-

Dinas Kesehatan Kota Padang mempunyai kegiatan rutin setiap hari Jumàt yaitu kegiatan wirid pengajian di Mesjid Nurul Iman. Kegiatan ini merupakan kegiatan wajib bagi semua pegawai Pemko Padang termasuk Dinas Kesehatan Kota Padang. Tujuan dari wirid mingguan ini untuk meningkatkan iman dan taqwa dari pegawai yang arahnya kepada perbaikan prilaku dan akhlak sehingga akan memperbaiki kualitas sumber daya manusia Indonesia. Diharapkan dapat membentuk pegawai yang kuat dari godaan KKN dan kuat menghadapi cobaan hidup dan bencana alam yang kerap menimpa kota Padang.

Kegiatan ini mendapat respon yang positif dari semua pegawai Pemko Padang, terlihat dari banyaknya yang hadir setiap minggunya. Wirid mingguan juga acap kali mengundang daì- daì kondang Indonesia seperti KH.Abdullah Gimnastiar (AÀ Gym), Ustad Jefri Albuchari (Uje), Ustad Iman Arifin dan masih banyak lagi yang lainnya. Jika ada kunjungan dari para DAÌ tersebut maka wirid dipindahkan ke Lapangan Imam Bonjol Padang sehingga dapat menampung lebih banyak orang dan juga dapat diikuti oleh masyarakat umum. Selain untuk menambah ilmu tentang pengetahuan agama juga mempererat hubungan silaturahmi antar  pegawai Pemko Padang.

Setiap dinas bertanggung jawab secara bergantian sebagai pelaksana wirid tiap minggunya. Sehingga menambah sense of belonging terhadap kegiatan wirid ini. Semoga kegiatan ini dapat terus dipertahankan dan menjadi ciri khas dari Pemko Padang.

-Pengelola SIKDA Kota Padang-

Untuk mendukung kelancaran siknas online yang telah mulai berjalan pada bulan november 2007 yang lalu, dimana telah dilatih 2 orang pengelola SIK dari masing- masing kab/kota se-Indonesia. Maka Dinas Kesehatan Kota Padang menindaklanjutinya dengan membentuk sebuah tim pengelola sikda kota padang yang terdiri dari 7 orang (1 orang koordinator dan 6 orang anggota). Tim ini diambil dari perwakilan masing- masing bidang yang ada di dinas kesehatan kota padang. Maing- masing tim bertanggunggung jawab untuk mengelola sistem pencatatan dan pelaporan dari bidang dan puskesmas binaan. Dengan ini diharapkan sistem pencatatan dan pelaporan program khususnya SP2TP dapat diupdate dan dianalisa secara kontinue kevalidannya.

Mulai awal tahun 2008 Dinkes Kota Padang mulai membenahi data dari ujung tombak data tersebut yaitu puskesmas. Kegiatan yang kongkrit telah kami laksanakan adalah menggabungkan server siknas onlne dengan sistem LAN yang sudah ada di dimasing- masing bidang dinas kesehatan kota padang. Dengan harapan arus data dan informasi di lingkungan dinas kesehatan kota padang dapat berjalan lancar dan kebutuhan akan sharing data dan informasi dari masing-masing program dapat terpenuhi.

Langkah selanjutnya yang telah dan sedang berjalan sekarang ini adalah bimbingna teknis tim sikda ke Puskesmas yang ada di wilayah kerja kota padang. Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan siknas online sehingga puskesmas akan termotivasi untuk mempersiapkan diri untuk menerima pengembangan jaringan siknas online di masa datang. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membina pengelola SP2TP puskesmas dan membenahi sistem pencatatan dan pelaporannya sehingga dapat mendukung dan memenuhi kebutuhan data dan informasi yang available yang diinginkan oleh siknas online.

Selain rangkaian kegiatan diatas tim pengelola sikda kota padang juga telah merencanakan bberapa kegiatan yang mendukung kebutuhan data dan informasi dari siknas online pada umumnya dan kebutuhan data dan informasi skda khususnya.

Demikianlah segelintir profil dari tim pengelola sikda kota padang. Kami harapkan kritik dan masukan yang membangun bagi kelancaran SIKDA kota padang. Terima kasih.

 

Tim Pengelola SIKDA Kota Padang