April 2008


 

                Kegiatan masak sakampuang yang dilaksanakan pada tanggal 26 dan 27 April lalu di Kelurahan Batu Kasek Kecamatan Pagambiran oleh Pemerintah Kota Padang yang disponsori Padang TV, merupakan kegiatan yang membangkitkan kembali tradisi masyarakat minang yang hidup bergotong royong dalam rangka baliak ka nagari. Kegiatan ini digalakkan pemerintah. di seluruh Kecamatan di Kota Padang pada minggu I dan III setiap bulannya. Sampai berita ini diturunkan sudah 2 kecamatan diadakan kegiatan masak sakampung ini. Kegiatan ini mendapat sambutan dan antusiasme yang besar dari masyarakat, dilihat dari partisipasinya dalam kegiatan tersebut.

 

                Moment ini dimanfaatkan oleh Dinas Kesehatan Kota Padang untuk berpartisipasi dengan melaksanakan program kesehatan diantaranya pengobatan gratis, penyuluhan gizi dan KB, dan posyandu balita.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh puskesmas yang ada di sekitar pagambiran yaitu Puskesmas Pagambiran, Puskesmas Rawang dan Puskesmas Lubuk Begalung. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pengunjung di tenda- tenda kesehatan ini. dr.Hj.Efrida Aziz, M.Sc selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang juga memerintahkan seluruh pimpinan Puskesmas di Kota Padang untuk hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan ini.

 

                Partisipasi Dinas Kesehatan Kota Padang beserta jajarannya ini merupakan suatu wujud kepedulian terhadap masalah kesehatan yang ada di masyarakat dan juga membantu masyarakat miskin dalam memperoleh pengobatan. Pengetahuan masyarakat yang masih kurang terhadap pentingnya kesehatan disikapi dengan kegiatan penyuluhan kesehatan melalui posyandu, pojok gizi, pojok KB dan drama tentang KB yang ditampilkan oleh tenaga Promkes Dinas Kesehatan Kota Padang dengan harapan masyarakat lebih cepat menyerap pesan yang disampaikan.

drama KB dan gizi oleh Tenaga Promkes

 

 

                  Semoga kegiatan seperti ini dapat menjadi contoh bagi Kab./ Kota lain guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat karena kita menyadari program kita akan sukses sesuai dengan harapan kita jika kita bekerjasama dan melibatkan lintas sektoral dan dukungan penuh dari masyarakat.

 

-FZ….admin-

Pengelola Dinkes Kota Padang beserta Dinkes kab.Pdg pariaman

Perkembangan informasi menuntut kemudahan sistem dan data yang representatif. Bila tidak cepat disikapi maka kita akan jauh ketinggalan. Informasi kesehatan merupakan data yang merupakan indikator dasar dari kemajuan suatu bangsa, oleh sebab itu data dan informasi yang diolah dan dihasilkannya harus valid, reliabel dan representatif sehingga dapat dijadikan acuan perencanaan pembangunan khususnya kesehatan.

Infokes Dinkes kab.Pdg Pariaman

Dinas Kesehatan Kabupaten Pariaman telah menggunakan software infokes untuk entry dan pengolahan data dari puskesmas yang dibawahinya (online 7 puskesmas). Sehingga data yang masuk dapat terolah sesuai dengan kebutuhannya dan juga dapat mengurangi resiko dari human error. Mereka juga menyajikan informasi- informasi kesehatan yang ada di wilayah kerjanya melalui sebuah website.

Latar belakang itulah yang mendasari Tim Pengelola SIKDA Dinkes Kota Padang yang beranggotakan 7 (tujuh) orang mrp perwakilan dari masing – masing bidang (yankes, umum, pmkl, p2p, perencanaan, kesga) melakukan studi komparatif ke Dinkes Kab. Padang Pariaman pada tanggal 24 April yang lalu.

Dari hasil pengamatan dan wawancara dengan pengelola SIKDA Dinkes Kab. Padang Pariaman, Infokes dan Website ini sangat membantu dalam pengolahan data, efisiensi dan efektifitas data sesuai kebutuhan Dinkes Kab.Padang Pariaman.

Hasil studi kamparatif ini akan diterapkan dan dikembangkan sekembalinya di Dinkes Kota Padang, tentunya dengan kualitas yang lebih baik sesuai dengan kebutuhan Kota Padang. Menimbang di Dinkes Koata Padang telah memiliki perangkat jaringan dari PUSDATIN DEPKES dan telah dipasang LAN ke tiap bidang yang ada di Kota Padang. Untuk pembuatan sofware dan website resmi serta onlinenya ke puskesmas juga akan dianggarkan dari dana DAK dan dana HWS Kota padang. Tahun 2008 ini Dinkes Kota Padang telah mengajukan anggaran untuk kebutuhan SIKDA dan dionline-kan ke 13 puskesmas dari dana HWS Kota Padang.Harapan kami rencana pengajuan anggaran ini dapat dikabulkan sehingga cita- cita untuk kebangkitan SIKDA di Dinkes Kota Padang dapat terwujud sesuai dengan tuntutan informasi yang sudah open source.

-FZ…Admin-

LAPORAN PENYELIDIKAN KLB KERACUNAN PANGAN

DI PANGERAN BEACH HOTEL KELURAHAN FLAMBOYAN BARU KECAMATAN PADANG BARAT KOTA PADANG

PADA TANGGAL 14 NOVEMBER 2007

(dr.Hj.Gentina, dr. Fionaliza, MKM, Mardia Nelisna, SKM)

 

I.                   PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang

Penyakit yang disebabkan oleh pangan masih merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kesakitan di Indonesia. Pangan merupakan jalur utama penyebaran patogen dan toksin yang diproduksi oleh mikroba patogen. Pangan juga dapat menimbulkan masalah serius jika mengandung racun akibat cemaran kimia, bahan berbahaya maupun racun alami yang terkandung dalam pangan, yang sebagian diantaranya menimbulkan KLB keracunan pangan.

Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Pangan adalah suatu kejadian dimana terdapat dua orang atau lebih yang menderita sakit dengan gejala yang sama atau hampir sama setelah mengkonsumsi pangan, dan berdasarkan analisis epidemiologi, pangan tersebut terbukti sebagai sumber penularan. KLB keracunan pangan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama di perkotaan, pemukiman dan perindustrian.

Keracunan pangan secara umum disebabkan oleh bahan kimia beracun (tanaman, hewan, metabolit mikroba) kontaminasi kimia, mikroba patogen dan non bakteri (parasit, ganggang, jamur, virus, spongiform enchaphalopathies).

Gejala dan tanda-tanda klinik keracunan pangan bervariasi tergantung pada jenis etiologinya. Secara umum gejala keracunan pangan dapat digolongkan kedalam 6 kelompok, yaitu :

  1. Gejala utama yang terjadi pertama-tama pada saluran gastrointestinal atas (mual, muntah).
  2. Gejala sakit tenggorokan dan pernafasan.
  3. Gejala utama terjadi pada saluran gastrointestinal bawah (kejang perut, diare).
  4. Gejala neurologik (gangguan penglihatan, perasaam melayang, paralisis).
  5. Gejala infeksi umum (demam, menggigil, rasa tidak enak, letih, pembengkakan kelenjar limfe).
  6. Gejala alergik (wajah memerah, dan gatal-gatal)

        Untuk mengidentifikasi etiologi KLB keracunan pangan dapat dilakukan dengan mermeriksa spesimen tinja, air kencing, darah atau jaringan tubuh lainnya, pemeriksaan muntahan serta pemeriksaan sumber makanan yang dimakan. Dengan memperhatikan gejala dan didukung dengan hasil pemeriksaan laboratorium ini dapat diketahui penyebab KLB keracunan pangan.

Pada hari Rabu tanggal 14 November 2007 berdasarkan laporan peserta pertemuan Bimbingan, Penetapan dan Sosialisasi Sosialisasi UU Perlindungan Konsumen No. 8, GAKY, dan BPSK) yang diadakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Padang di Pangeran Beach Hotels Padang, telah terjadi keracunan pangan di Pangeran Beach Hotels. Pada hari tersebut jam 14.00  dilaporkan  sebanyak 21 peserta pertemuan mengalami keluhan mual, muntah, pusing serta sebagian kecil diare. Peserta pertemuan memakan snack berupa lemper (ketan yang diisi daging ayam), cake coklat) serta minum teh atau kopi susu pada saat selesai pembukaan acara pada jam 09.00 pagi. Lima belas menit kemudian  tiga orang peserta mulai merasakan mual, dan pusing. Kemudian beberapa waktu ke depan sebagian peserta mulai merasakan keluhan yang sama.

Pada jam 14.30 tanggal 14 November 2007 tsb, 17 orang peserta pertemuan dirujuk ke rumah sakit Yos Sudarso dan 4 orang dirujuk ke RS Selasih Berdasarkan pemeriksaan dokter di RS Selasih 1 orang pasien boleh pulang, sedangkan sisanya tetap dirawat di  kedua rumah sakit tersebut. Pada jam 14.30 telah dilakukan pengamanan dan pengambilan sample berupa lemper, cake coklat, susu serta teh. Pada tanggal 15 November 2007, jumlah korban keracunan yang dirujuk dan dirawat bertambah sebanyak 15 orang yang dirujuk ke RS Yos Sudarso. Jadi sampai tanggal 15 November 2007 jumlah korban keracunan yang dirujuk ke RS sebanyak 36 orang.

 

2.Tujuan

2.1 Tujuan Umum

Mengetahui besar dan luasnya masalah serta gambaran epidemiologi peningkatan kasus diduga keracunan pangan di Pangeran Beach Hotel Padang.

 

2.2 Tujuan Khusus

   - Memastikan KLB keracunan pangan.

   - Mengetahui distribusi kasus secara epidemiologi .

   - Megetahui Attack Rate kasus keracunan pangan

   - Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian tersebut.

   - Mengetahui besarnya masalah yang ditimbulkan

 

  II.    METODOLOGI

Penyelidikan KLB keracunan pangan ini menggunakan rancangan penelitian epidemiologi deskriptif dengan menggunakan desain kross seksional. Data primer diperoleh dengan melakukan investigasi langsung di Pangeran Beach Hotel, RS Selasih dan Yos Sudarso Padang.

 

III. HASIL INVESTIGASI

Pada hari Rabu tanggal 14 November 2007 tim Surveilance Keracunan Pangan DKK turun ke Pangeran Beach Hotels serta ke RS Selasih dan Yos Sudarso untuk melakukan investigasi. Dari 80  orang yang ikut makan snack tersebut ternyata  sebanyak 36 orang merasakan keluhan.

Dari hasil wawancara didapatkan bahwa sebagian besar peserta yang memakan lemper merasakan keluhan.

 

Tabel 1 : Distribusi Gejala KLB Keracunan Pangan di Pangeran Beach Hotel  Kelurahan Flamboyan Baru  Kecamatan Padang Barat Pada Tanggal 14 November 2007

 

No

Gejala dan Tanda

Jumlah Kasus

%

1.

2.

3.

4.

5.

Mual

Muntah

Pusing

Kejang perut

Diare

36

36

34

7

7

100

100

94,4

19,4

19,4

 

Dari tabel diatas terlihat bahwa gejala yang paling dominan adalah mual dan muntah (100 %).

3.1      Definisi Kasus

Berdasarkan distribusi frekwensi  menurut gejala seperti terlihat pada Tabel 1 di dapatkan definisi kasus sebagai berikut  :

Orang yang hadir dalam jamuan makan snack pada pertemuan tanggal 14 November 2007 di Pangeran Beach Hotel Kelurahan Flamboyan Baru Kecamatan Padang Barat dengan gejala mual, muntah, dan pusing dengan atau tanpa gejala lain.

 

3.2      Waktu

            Waktu terjadinya penyakit dapat dilihat pada tabel masa inkubasi dan kurva epidemik.

Tabel 2 : Masa Inkubasi Kasus KLB Keracunan Pangan di Pageran Beach Hotel        Kelurahan Flamboyan Baru Kecamatan Padang Barat

Pada Tanggal 14 November 2007

 

No

Masa Inkubasi

Kasus

%

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

15 menit

20 menit

30 menit

1 jam

2 jam

2,5 jam

3 jam

3,5 jam

4 jam

4,5 jam

5 jam

5,5 jam

3

1

3

1

8

7

4

2

4

1

1

1

8,3

2,7

8,3

2,7

22,2

19,4

11,1

5,5

11,1

2,7

2,7

2,7

 

Gambar 1: Kurva Epidemik KLB Keracunan Pangan Di Pangeran Beach Hotel

Kelurahan Flamboyan Baru Kecamatan Padang Barat.

r

Waktu terpapar tanggal 14 November mulai jam 09.00 s/d 09.30 :

·         Median masa inkubasi 2 jam (120 menit)

·         Masa inkubasi terpendek =  15 menit

·         Masa inkubasi terpanjang = 5,5 jam (330 menit ).

·         Masa inkubasi rata-rata = 132 menit

Dari masa inkubasi rata-rata dan gejala yang dominan muncul mual dan muntah 100 % diduga penyebabnya adalah Staphylococcuc Aureus dan Bacillus Aureus.

 

Attack Rate :

            Pada kasus ini di dapatkan attack rate adalah 36/80 x 100 % = 45 %, dengan case fatality rate 0 %.

  

3.3              Orang

Tabel 3 : Distribusi Kasus KLB Keracunan Pangan di Pangeran Beach Hotel

Kelurahan Flamboyan Baru Kecamatan Padang Barat

Menurut  Golongan Umur

 
 

PROPORSI KASUS BERDASARKAN GOLONGAN UMUR

 

15-19 th

3%

 

 

20-44 th

47%

 

 

45-54 th

42%

 

 

55-64 th

8%

 

 

 
 

 

 

Dari diagram pie diatas terlihat bahwa kasus terbanyak terjadi pada golongan umur 20-44 tahun (47,2 %) diikuti golongan umur 45-54 th (41,6 %).

 

Tabel 4 : Jumlah Kasus KLB Keracunan Pangan di Pangeran Beach Hotel

Kelurahan Flamboyan Baru Kecamatan Padang Barat

Menurut  Jender

 

No

Jenis Kelamin

Kasus

%

Meninggal

1.

 

2.

Laki-laki

 

Perempuan

25

 

11

69,4

 

30,6

0

 

0

 

Dari tabel diatas terlihat bahwa laki-laki merupakan kasus terbanyak (69,4 %).

 

 

 

3.3       Tempat

            Tempat Kejadian adalah Pangeran Beach Hotel kelurahan Flamboyan Baru Kecamatan Padang Barat Padang.

 

3.4       Pemeriksaan Laboratorium

Untuk membantu menegakkan penyebab keracunan pangan ini dilakukan pengambilan sampel berupa 200 gram lemper dan cake coklat, kopi, serta susu yang  kemudian dikirim ke Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan di Gunung Panggilun. Hasil pemeriksaan Laboratorium menunjukkan adanya Staphylococcus Aures.

 

IV. TINDAKAN YANG TELAH DILAKUKAN

1.      Pelacakan kasus ke lapangan.

2.     Pengamanan, pengambilan, serta pengiriman sample Ke laboratorium Kesehatan Gunung

       Pangilun  Padang.

3.      Pengobatan penderita yang dirujuk ke RS Yos Sudarso dan Selasih

4.      Pengawasan dan penyuluhan di Tempat Pengolahan Makanan.

 

V.      KESIMPULAN

          Berdasarkan hasil investigasi dapat disimpulkan:

  1. Telah terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Pangan di Pangeran Beach Hotel pada tanggal  14 November sampai 15 November 2007.
  2. Kasus lebih banyak menyerang Laki-laki (69,4%)  dibanding perempuan dan lebih banyak menyerang usia 20-44 tahun  (47 %). Kasus dimulai tanggal 14 November 2007 dan berakhir tanggal 15 November 2007.
  3. Attack Rate Keracunan makanan  sebesar 45 %  dengan Case Fatality Rate 0%.
  4. Dari gejala, masa inkubasi rata-rata serta keluhan yang dirasakan penderita keracunan makanan, penyebab keracunan ini dicurigai  adalah Bacillus Cereus atau Stapyllococcus Aureus. Hasil laboratorium menunjukkan positif Staphylococcus Aureus.

 

VI.          SARAN

Perlunya ditingkatkan penyuluhan tentang cara mengolah, serta menyimpan makanan yang higienis.       

 

 

-admin-

LAPORAN HASIL PENYELIDIKAN EPIDMIOLOGI

 KASUS DIPTHERI KLINIS

DI KOMPLEK PONDOK RANAH MINANG LUBUK KILANGAN

(dr.Hj. Gentina, dr.Fionaliza, MKM, Mardia Nelisna, SKM, Zulkifli, BSc, Hj. Rasmita Aryentina)

 

A.      Latar Belakang

         Menindak lanjuti laporan dari RS Yos Sudarso Padang pada tanggal 21 November 2007 bahwa pada tanggal 19 November 2007 telah dirawat seorang anak perempuan bernama RD usia 10 tahun 10 bulan dengan keluhan utama demam, batuk, dan pilek sejak  lima hari sebelum dirawat di rumah sakit. Pasien juga mengeluh  tenggorokan sakit jika menelan dan batuk berdarah. Dari anamnesa juga diketahui bahwa riwayat imunisasi tidak lengkap. Hasil pemeriksaan fisik ditemukan adanya membran putih di tengggorokannya. Pasien yang sekolah di SD 39 Cengkeh ini  merupakan anak ke 2 dari 3 bersaudara.

 

B.     Tujuan

1.1. Tujuan Umum

       Mengetahui besar dan luasnya masalah serta gambaran epidemiologi kasus diduga diftheri di Komplek Pondok Ranah Minang Lubuk Kilangan pada bulan November 2007.

 

    1.2. Tujuan Khusus

            1. Menegakkan diagnosa diftheri

            2. Menetapkan kejadian diftheri di wilayah Puskesmas Lubuk Kilangan adalah KLB.

            3. Menemukan kasus tambahan pada kelompok rentan.

            4. Mendeskripsikan hasil imunisasi kasus dan kontak.

            5. Penanggulangan.

            6. Membuat rencana tindak lanjut

C.     Metodologi

       Penyelidikan KLB Difteri ini menggunakan  rancangan penelitian epidemiologi deskriptif dengan menggunakan desain kross seksional dimana pada kelompok rentan dilakukan anamnesa dan pemeriksaan swab tenggorokan untuk menentukan kasus atau bukan kasus.

 D.     Hasil Pelacakan

        Pada hari Jumat tanggal 23 November 2007 tim surveilan DKK Padang melukakan penyelidikan epidemiologi ke Komplek Pondok Ranah Minang Blok F No. 28 Lubuk Kilangan dan ke SD 39 Cengkeh tempat dimana pasien sekolah. Kelompok rentan yaitu teman sepermainan pasien dan keluarga pasien yang berumur « 15 tahun dilakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik yang berhubungan dengan kemungkinan terjadinya penyakit difteri. Pada kelompok rentan juga dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan yang diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah Gunung Panggilun Padang. Hasil pemeriksaan kontak dapat dilihat pada lampiran :

         D.1. Geografi dan Pelayanan Kesehatan Puskesmas

         Puskesmas Lubuk Kilangan meliputi seluruh wilayah Kecamatan Lubuk Kilangan dengan luas daerah 85,99 km2 yang terdiri dari 7 kelurahan yaitu : Kelurahan Batu Gadang, Indarung, Padang Besi, Bandar Buat, Koto Lalang, Baringin serta Kelurahan Tarantang. Jumlah penduduk kecamatan Lubuk Kilangan adalah 46.174 jiwa sedangkan jumlah penduduk Kelurahan Koto Lalang adalah 5637 jiwa. Suku terbesar adalah suku Minang. Puskesmas Lubuk Kilangan merupakan Puskesmas non rawatan dengan jumlah Pustu 3 buah serta 41 Posyandu Balita dan 6 Posyandu Lansia. Jumlah tenaga kesehatan di Puskesmas Lubuk Kilangan adalah : 44 orang. 

  

    1. Penyebaran Kasus Diptheri Klinis di Kota Padang tahun 2007

Tanggal

Pelacakan

Puskesmas

Kelurahan

Nama

Kasus

Umur

Status

Imunisasi

Hasil

Lab

3-11-07

 

19-11-07

 

 

20-11-07

 

 

3-12-07

 

 

5-12-07

Lb. Buaya

 

Luki

 

 

Lb. Buaya

 

 

Luki

 

 

Luki

Pasie Nan 3

Koto Lalang

 

Padang Sarai

 

Bandar Buat

 

Bandar Buat

An

 

RD

 

 

TP

 

 

RA

 

 

KH

8 th

 

10 th

 

 

5 th

 

 

3,8 th

 

 

6,10

Lengkap

 

Tdk Lengkap

 

 

Lengkap

 

 

Tdk

Lengkap

 

Tidak lengkap

(-)

 

(-)

 

 

(-)

 

 

(-)

 

 

(-)

 

Berdasarkan laporan dari Puskesmas didapatkan cakupan imunisasi rutin DPT-3 di kelurahan Koto Lalang pada tahun 2005 (88,9 %), tahun 2006 (58,2 %) dan pada tahun 2007 sebesar (60, 9 %). Dari hasil pencapaian imunisasi rutin DPT-3 memang terlihat bahwa kelurahan Koto Lalang tidak mencapai target UCI, sehingga memang berpotensi menimbulkan kasus difteri. Kasus diftheri di komplek Pondok Ranah Minang merupakan kasus pertama di kelurahan ini, namun merupakan kasus ketiga pada tahun yang sama di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Kilangan.

Penyakit difteri adalah penyakit menular akut pada tonsil , faring dan hidung kadang-kadang pada selaput mukosa dan kulit. Difteri dapat menyerang setiap orang yang tidak mempunyaikekebalan.

Penyakit ini disebabkan oleh Corynebacterium diphtheriae. Terdapat 3 jenis type C.difteri yaitu mitis, intermedius dan gravis yang terbagi menjadi beberapa varian. Beberapa varian tidak ganas dapat ditemukan pada selaput mukosa tenggorokan.

Difteri mempunyai gejala klinis demam ± 38°C, peudomembran putih keabu-abuan yang tak mudah lepas dan mudah berdarah di faring, laring atau tonsil, sakit waktu menelan , leher membengkak seperti leher sapi (bullneck) dan sesak nafas disertai stridor. Masa inkubasi antara 2-5 hari. Masa penularan penderita 2-4 minggu sejak masa inkubasi, sedangkan masa penularan carrier bisa sampai 6 bulan.

 Sumber penularan adalah manusia, baik sebagai penderita maupun carrier. Seseorang dapat menyebarkan bakteri difteri melalui droplet infection dan difteri kulit yang mencemari tanah sekitarnya. Bakteri difteri menyerang melalui pernafasan.

3.1      Definisi Kasus

           Kasus Difteri dapat diklasifikasikan dalam kasus probable dan kasus konfirmasi. Kasus probable adalah kasus yang menunjukkan gejala-gejala demam, sakit menelan, selaput putih pada tenggorokan (pseudomembran), sering leher membengkak dan sesak nafas disertai bunyi (stridor)

Kasus konfirmasi adalah kasus probable yang disertai hasil konfirmasi laboratoriumpositif

C. Difteri atau ada hubungan ada hubungan epidemiologi dengan kasus konfirmasi yang lain.

3.2       Waktu

            Telah terjadi KLB difteri pada tanggal 19 November 2007 dengan ditemukannya        

            seorang penderita difteri berdasarkan hasil laporan dari RS Yos Sudarso.

3.3              Orang

         Penderita difteri ini adalah seorang anak perempuan bernama RD berusia 10 tahun 10  

        bulan.

3.4              Tempat

             Penderita tinggal di Komplek Pondok Ranah Minang Blok F No.28  Lubuk Kilangan dan bersekolah di SD 39 Cengkeh.

3.5              Hasil Pemeriksaan Laboratorium

              Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan tidak adanya kuman Corynebacterium diphtheriae pada swab tenggorokan.

3.6              Tindakan yang sudah dilakukan

3.6.1        Terhadap Penderita

              Penderita sudah dirawat di ruang isolasi RS Yos Sudarso Padang dan sudah mendapat terapi sesuai protap penanganan kasus difteri.

3.6.2        Terhadap Kelompok Rentan

              Kelompok rentan sudah dilakukan pemeriksaan fisik dan swab tenggorokan. Kepada kelompok rentan juga sudah diberikan profilaks antibiotik erytromicin 30-40 mg/kg BB dalam dosis terbagi selama 7 hari.

E.     Kesimpulan

1.  Telah terjadi KLB difteri di Komplek Pondok Ranah Minang Lubuk Kilangan pada bulan      

     November 2007.

2.  Diagnosa probable difteri ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan hasil   

     laboratorium tidak ditemukan adanya kuman Corynebacterium diptheriae pada swab

     tenggorokan.

3. Terjadinya KLB diduga berhubungan dengan tidak lengkapnya anak mendapat imunisasi

    sewaktu balita.

4. Pada kelompok rentan yang diperiksa tidak ditemukannya kasus baru difteri.

 

F.      SARAN

1.  Perlu ditingkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya imunisasi terutama pada bayi.

2. Perlu kerjasama lintas sektoral yang baik terutama dengan pihak sekolahdalam rangka

    menyukseskan pelaksanaan imunisasi di sekolah.

 

-admin- 

 

 

         DKK Padang akhirnya menerbitkan Bulletin Epidemiologi  edisi perdana di medio April 2008 ini. Edisi ini merupakan terbitan pertama kali, setelah tertunda untuk beberapa lama.

          Bulletin ini diramu oleh Bidang P2P DKK Padang. Pada edisi ini dikupas tentang Filariasis, Demam Berdarah Dengue, Malaria, KLB Difteri di Kota Padang, Kasus Keracunan Pangan  dan KLB kasus Chikungunya di Kel Purus Barat.

           Adapun susunan redaksi Bulletin Epidemiologi ini adalah sebagai berikut :

  • Ketua                                 : Ka. Dinas Kesehatan Kota Padang
  • Sekretaris                          : Ka. Bidang P2P DKK Padang
  • Bidang Penyiapan Naskah  : Dr.Hj.Gentina

                                                      Rizalman, SKM

                                                      Dr.Fionaliza,MKM

                                                      Tut Wuri Handayani, SKM

                                                      Mardia Nelisna, SKM

  • Anggota Redaksi               : Zulkifli, BSc

                                                     Elfi Muthia, SKM

                                                     Kasman, SKM

                                                     Agung Riyadi, SKM

                                                     Eva Westari, AMK

                                                     Risniati

                                                     Hj. Rasmita Aryentina

           Bulletin ini direncanakan terbit 2 kali dalam setahun. Dengan diterbitkannya bulletin ini diharapkan bisa sebagai ajang untuk merangsang  kreatifitas dan melatih kita untuk menulis ilmiah. Bulletin juga menerima tulisan dari rekan – rekan di DKK dan Puskesmas.

           Akhirnya semoga bulletin ini bermanfaat bagi kita semua. Bravo  DKK Padang.. Ciaooo…..

 

 

 

 

              Proses penerimaan tenaga verifikator Jamkesmas sudah berjalan selama 1 minggu. Mulai dari tahap pendaftaran, seleksi administarasi dan seleksi kemampuan komputerisasi yang berakhir tanggal 11 April 2008.

              Adapun hasil dari seleksi yang diterima adalah sebanyak 15 orang yang memenuhi syarat administrasi dan komputerisasi yang telah ditetapkan melalui SK Menkes No. 274/ Menkes/SK/III/ 2008 tentang Pedoman Rekruitmen Tenaga Pelaksana Verifikasi dalam Pelaksanaan Program Jamkesmas. Tenaga yang lulus ini akan ditempatkan pada rumah sakit yang telah ditunjuk yang berada di Kota Padang.

          Berikut ini kami lampirkan daftar nama yang lulus seleksi tenaga verifikasi Jamkesmas untuk Kota Padang :

DAFTAR NAMA YANG DINYATAKAN LULUS SELEKSI

TENAGA PELAKSANA VERIFIKASI

KOTA PADANG

 

NO

NO.

PENDAFTARAN

NAMA

TEMPAT/ TGL LAHIR

1

77

Armiliades, SKM

Padang,

9-12-82

2

99

Retno Hidayati, Amd.Farm

Padang,

23-11-82

3

73

Alfadrji Salman, S.Farm.Apt

Payakumbuh,

 29-3-82

4

89

Erni Yusnita, Amd.K3

Padang,

26-11-83

5

17

Ade Aria,S.Farm.Apt

Padang,

3-6-83

6

22

Mega Yulia,S.Farm.Apt

Padang,

9-11-83

7

83

Yulianti, Amd.Kep

Padang,

11-4-75

8

21

Erna Warna, Amd.Kep

Pariaman,

10-2-82

9

1

Rika Afrilia, Amd.Kep

Padang,

27-4-84

10

40

Ammi Rawati, S.Farm.Apt

Padang,

 2-3-80

11

79

Asri Juliana, Amd.Kep

Binjai,

3-6-85

12

20

Yuliana Sisky, Amd.Kep

Padang,

27-7-84

13

14

Hastita Risfawati, Amd.Kep

Padang,

29-1-82

14

38

Novalinda Dewi, Amd.Kep

Padang,

3-11-82

15

86

Silvi Yur Englina, Amd.Kep

Padang,

6-8-84

Nama- nama yang tertera di atas diwajibkan melapor pada panitia penerimaan tenaga verifikasi Jamkesmas di Dinas Kesehatan Kota Padang dengan membawa nomor pendaftaran.

-Panitia -

            Perekruitan Tenaga Verifikator Jamkesmas Kota Padang yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Padang mulai tanggal 8 April s.d 10 april 2008 menyedot banyak perhatian dari para pencari kerja yang berlatar belakang minimal D III Kesehatan yang menjadi salah satu syarat mutlaknya. Tenaga verifikator yang dibutuhkan untuk Kota Padang dalah sebanyak 15 orang. Sampai penutupan pendaftaran terjaring 100 orang calon verifikator Jamkesmas.

          Proses seleksi berdasarkan SK Menkes RI Nomor 274/Menkes/SK/III/2008 Tanggal 14 Maret 2008 tangtang Pedoman Rekruitmen Tenaga Pelaksana Verifikasi Dalam Pelaksanaan Program jamkesmas adalah diawali dengan seleksi administrasi. Calon yang lulus selesksi administrasi akan memasuki seleksi kemampuan komputerisasi. Nama- nama verifikator yang lulus akan dikirimkan ke Dinas kesehatan Propinsi untuk disahkan melalui SK dan mengikuti proses selanjutnya.

          Adapun calon tenaga verifikator yang lulus seleksi administrasi adalah sebagai berikut :

DAFTAR PERINGKAT NILAI HASIL SELEKSI ADMINISTRASI

TENAGA PELAKSANA VERIFIKASI

 

 

Kabupaten/Kota         : Padang

 

NO

NO

PENDAF

TARAN

NAMA

TEMPAT/ TANGGAL

NILAI

NILAI AKHIR

SELEKSI ADM

KEMAMPUAN PENGOPERASIAN KOMPUTER

1

73

Alfadjri Salman,Sfarm,Apt

Payakumbuh/ 29-3-82

80

 

 

2

65

Yepi Indra Nila

Kota Panai/ 8-5-81

76

 

 

3

77

Armiliades, SKM

Padang/      9-12-82

76

 

 

4

79

Asri Juliana, AMD Kep

Binjai/

3-6-85

76

 

 

5

83

Yulianti, AMD,Kep

Padang

11-4-75

76

 

 

6

32

Febrianti Yudi, AMD.Kep

Padang

12-2-85

76

 

 

7

20

Yuliana Sisky,AMD Kep

Padang

22-7-84

76

 

 

8

17

Ade Aria. S.Sfarm,Apt

Padang

3-6-83

76

 

 

9

21

Erna Warna AMD.Kep

Pariaman

10-2-82

76

 

 

10

1

Rika Afrilia, AMD.Kep

Padang

27-4-84

76

 

 

11

22

Mega Yulia S.Farm,Apt

Padang

9-11-83

76

 

 

12

15

Hakrimida, SKM

Padang

17-8-82

76

 

 

13

14

Hastita Risfawati. AMD.Kep

Padang

29-1-82

76

 

 

14

38

Novalinda Dewi, AMD.Kep

Padang

3-11-82

76

 

 

15

42

Ardiana Roza Lubis AMD.Kep

Padang

13-10-85

76

 

 

16

40

Ammi Rawati. S.Farm,Apt

Padang

2-3-80

76

 

 

17

94

Afmiwati,Amd.Kep

Padang,

2 – 4- 81

76

 

 

18

87

Wira Noviana Suhery,S.Farm,Apt

Pariaman

3-11-82

76

 

 

19

89

Erni Yusnita, Amd.K3

Padang,

26-11-83

76

 

 

20

86

Silvi yur Englina, Amd.Kep

Padang,

6 – 8 – 84

76

 

 

 

21

99

Retno Hidayati, Amd.Farm

Padang,

23-11-82

76

 

 

22

24

Aidawati.AMK

Pmt. Panjang

10-10-73

58

 

 

23

13

Yunita Elfira

Padang

29-6-77

58

 

 

24

16

Loli Nasriwati, AMD.Kep

Padang

24-12-83

58

 

 

25

8

Telmaini. AMK

Duku

15-5-79

58

 

 

26

11

Krisnawati, AMK

Padang

1-10-78

58

 

 

27

9

Netriyenti, AMK

P.Belimbing

10-4-78

58

 

 

28

10

Rini Eka Putri, AMK

Padang

25-12-75

58

 

 

29

19

Agustini. AMD.Kep

Padang

1-8-79

58

 

 

30

12

Silvian Sarce.Amg

Padang

19-4-81

58

 

 

31

61

Hostrisis Anna Nainggolan. AMD.Kep

Sitohang

27-1-83

58

 

 

32

26

Gusniarti. AMD.Kep

Padang

3-9-72

58

 

 

33

33

Syafrilinda. AMK

Padang

10-9-75

58

 

 

34

67

Fitri. AMK

Padang

17-9-72

58

 

 

35

66

Himayati. AMD.Kep

Pasaman

25-10-76

58

 

 

36

45

Ainil Mardiah. AMD.Kep

Bayur

26-3-84

58

 

 

37

57

Desiwati.AMD.Kep

Padang

2-1-76

58

 

 

38

95

Kurniati Darmadi,AMK

Padang

8-5-83

58

 

 

39

52

Widyawati, AMD.Kep

Kapencong

6-10-77

58

 

 

40

98

Rahma Wertia Wari, Amd.Kep

Padang 07 Juni 1981

58

 

 

 

 

        Nama- nama yang tercantum diatas akan mengikuti seleksi kemampuan komputer pada tanggal 11 April 2008 di DKK Padang.

       Sangat diharapkan tenaga verifikator terpilih benar- benar merupakan tenaga yang handal dan diharapkan oleh semua pihak sehingga Jaminan Kesehatan  terhadap keluarga miskin dapat terjamin mutunya.

-FZ-Admin-