WISN


Penghitungan kebutuhan sumber daya manusia khususnya tenaga kesehatan di Kota Padang menggunakan Methode WISN (Workload Indicator Staff Need). Methode ini sangat efektif  karna perhitungannya didasari dengan beban kerja, waktu kerja yang tersedia, standar kelonggaran dalam setahun sesuai dengan profesi dari tenaga kesehatan itu sendiri.

Kota Padang telah mulai menerapkan methode ini, dinkes menyebarkan formulir isian WISN ke seluruh Puskesmas ( 20 HC ) di Kota Padang. Sebelumnya pimpinan dan kepala tata usaha di puskesmas telah diberikan materi WISN dalam Pelatihan Manajemen Puskesmas. Sehingga diharapkan puskesmas telah mempunyai kemampuan dasar dalam menggunakan methoda ini. Beberapa puskesmas telah mengembalikan formulir tersebut ke dinkes.

Setelah semua puskesmas mengirimkan formulir isia WISN-nya, maka barulah dinkes dapat menganalisa dan menghitung kebutuhan tenaga kesehatan pada tiap UPTD-nya. Dengan methode ini diharapkan usulan formasi tenaga kesehatan dan penempatannya sesuai dengan kebutuhan dan profesi dari tenaga kesehatan itu sendiri.

Formasi tenaga dan penempatan yang sesuai profesi ini diharapkan dapat mendongkrak kualitas pelayanan yang prima dan derajat kesehatan masyarakat . Methode ini secara teknis mudah diterapkan, komprehensif dan realistik sesuai dengan kebutuhan wilayah.

-Pengelola SIK Kota Padang-

16 responses to “WISN

  1. Saya tertarik dengan WISN Kota Padang, mohon dapat ringkasan hasilnya per Puskesmas. Saya sedang mengembangkan di 9 kabupaten kota di NTT dengan metode sesuai Manual WISN WHO, sedang Manual yang dari Pusdiklat Kesehatan/Pusrengun SDM Kes tidak sesuai Manual WHO yang sudah diterapkan di banyak negara.
    Terima kasih.
    Pardjono, SKM, MPH
    Consultant HRD in the Health Sector
    (alumni pelatihan WISN di Pusdiklat th 2006

  2. Kebetulan devi udah dapat format beban kerja. Tp kok berapapun angka yang kita masukkan hasil EJnya tetap 1. Dimana letak masalahnya?
    Tq banget atas jawabannya

  3. Ass. kalau bisa puskesmas yang telah menyerahkan wisnnya agar dilakukan pertemuan untuk evaluasi hasil pelaksanaan apakah sudah seperti yang diharapkan. Makacih

  4. saya riya mahasiswa teknik industri unand. Tugas akhir saya berkaitan dengan analisis beban kerja dan pengalokasian SDM Puskesmas di kab. padang pariaman dengan menggunakan WISN Method. Tapi bahan referensi yang saya dapatkan sangat sedikit. Kalau bisa saya mohon kepada Dinas Kesehatan Kota Padang untuk dapat membantu saya dalam memperoleh bahan referensi yang berkaitan dengan wisn method. Saya ingin tahu lebih lanjut mengenai proses perhitungan WISN, karena tugas akhir saya ini lebih mengarah ke jurusan ilmu kesehatan masyarakat. Namun selama masa perkuliahan saya tidak memperoleh bahan ajaran mengenai wisn ini. Mohon di bantu ya Pak/ Bu’
    Email :yamoo.chan@gmail.com

  5. Assalm. saya wiko mahasiswi kesmas, konsentrasi manaj. RS tingkat akhir&penelitian saya mengenai analisis beban kerja, namun saya mencoba menerapkan WISN di instalasi pemeliharaan sarana (IPSRS). apa metode wisn ini bisa diterapkan pada bagian seperti ini? mohon bantuannya… trimakasih sbelumnya.
    email : wikodyah@yahoo.com

    • metode WISN bisa diterapkan di instansi mana saja dimana metode ini mempunyai tolok ukur beban kerja yang dibutuhkan seorang pekerja dalam menyelesaikan suatu pekerjaan yang goalnya adalah kinerja.

  6. Asslm……Saya bekerja di rumah sakit daerah pasaman barat, ingin menerapkan metode ini dalam menghitung kebutuhan tenaga farnasi di RS. Mohon bantuan cara menggunakan metode ini dan referensinya. Terima kasih

  7. @fitrini, untuk wisn tenaga farmasi rs dapat dipedomani hasil survey kebutuhan tenaga kesehatan provinsi Sumbar klo gak salah th 2008. hasil survey mencakup perhitungan kebutuhan tenaga untuk di puskesmas dan rumah sakit. Terima kasih.

  8. Slmt Malam. saya mahasiswi Kesmas yg sedang membuat skripsi tentang analisis kebutuhan tenaga berdasarkan WISN di unit rekam medis. untuk menghitung beban kerja dilakukan observasi dgn work sampling. yang ingin saya tanyakan dari hasil work sampling apa bisa untuk menghitung rata-rata waktu untuk menyelesaikan kebutuhan pokok (untuk mendapatkan standar beban kerja)??
    Terima Kasih

    • @susan, betul untuk menghitung rata-rata waktu yang dibutuhkan salah satunya bisa dilakukan dengan observasi sedang untuk menghindari bias, pedomani juga standar operasional prosedur (sop) kegiatan yang dilaksanakan sebagai contoh mengukur tensi misalnya 5 menit mulai dari persediaan alat, pemasangan, pengukuran sampai dengan pencatatan. sebagai tambahan dapat susan baca Pedoman WISN pada web ini.

      • Terima Kasih atas jawaba dr pertanyaan sebelumnya..
        saya sudah meneliti staf di unit rekam medis RS, tp bagaimana jika mereka tidak ada faktor kelonggaran.. apa perhitungan untuk standar kelonggarannya di skip saja dan langsung menghitung jumlah kebutuhan tenaga dengan membagi Kuantitas Kebutuhan Pokok dgn Standar Beban Kerja??

  9. Terima Kasih atas jawaba dr pertanyaan sebelumnya..
    saya sudah meneliti staf di unit rekam medis RS, tp bagaimana jika mereka tidak ada faktor kelonggaran.. apa perhitungan untuk standar kelonggarannya di skip saja dan langsung menghitung jumlah kebutuhan tenaga dengan membagi Kuantitas Kebutuhan Pokok dgn Standar Beban Kerja???

    Mohon Jawabannya..
    Terima Kasih

    • Faktor kelonggaran itu maksudnya pekerjaan diluar pekerjaan pokok tetapi menunjang seperti contohnya mengikuti seminar, rapat staf, konsultasi ke jenjang yang lebih tinggi dan lain-lain sejenis yang membutuhkan waktu sekian jam atau lebih. Silakan wawancara lebih dipertajam lagi kepada responden, insyaallah hal seperti ini hampir pasti ditemukan. Sekian jawabannya, terima kasih.

  10. saya mahasiswi d4 rekam medis politeknik negeri jember sedang melakukan skripsi ni…ma tanya cara menghitung rata2 jumlah kegiatan per satu hari kerja untuk menentukan rata2 waktu penyelesaian per kegiatan itu bagaimana caranya?

    • Cara menghitung rata2 waktu penyelesaian satu kegiatan adalah pertama sekali kita lihat dulu standar operasionalnya (SOP), contoh pemeriksaan pasien baru untuk anamnesa butuh berapa menit, ukur tensi berapa menit, dst sehingga diperoleh keg pemeriksaan untuk 1 org pasien bisa total 10-15 menit. Bila buku SOP tidak ada dapat dilakukan melalui pengamatan dengan catatan tanpa sepengetahuan orang yang diamati berapa lama satu kegiatan tersebut dilakukan. Dilakukan pengamatan terhadap beberapa orang kemudian diambil rata2 waktu keg.tsb.

  11. saya mahasiswa S1 keperawatan di makasaar lgi sementra penelitian tentang analisis beban kerja berdasarkan metode WISN…..mw nax untuk mencari kuantitas kegiatanya itu bgamana carax.makasih sebelumnya,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s