Puasa Sehat, Ibadah Lancar


Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan guna memastikan ibadah selama bulan Ramadan tetap berjalan lancar, tanpa halangan keluhan pegal-pegal, nyeri, kram, maupun kesemutan.

Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda lakukan:

1. Pastikan Anda memaksimalkan waktu istirahat
Selama bulan Ramadan, secara alami jam istirahat akan terpotong, terutama di malam hari. Karena itu, tingkatkan kualitas istirahat dengan tetap menjadwalkan olahraga ringan agar tubuh cukup mendapatkan pasokan oksigen, sekaligus membantu kualitas tidur Anda jadi lebih baik.

2. Maksimalkan pilihan menu makan sehat seimbang
Terutama saat berbuka dan sahur, makanlah dengan pola gizi seimbang. Termasuk mengasup beragam sumber pangan kaya vitamin B1, B6, B12, yang terdapat dalam padi-padian (beras merah, gandum), sayur berdaun hijau, dan kacang-kacangan (kacang hijau, kacang merah, kacang kedelai, dll.

Adapun vitamin B banyak terdapat pada hati ayam-sapi, telur, ragi, kacang hijau, kacang kedelai dan hasil olahannya (tempe, tahu, susu kedelai), termasuk sereal dan roti.

3. Luangkan waktu beberapa saat untuk rileksasi
Usahakan kaki dan tangan lurus (santai dan rileks) beberapa saat. Terlebih jika Anda yang merasa terlalu lama berdiri atau duduk.

4. Cerdik mengelola kondisi
• Bagi Anda yang memiliki keluhan, saat salat tarawih maupun sunah, manfaatkan waktu seefektif mungkin untuk beritirahat (bisa saat kotbah atau jeda waktu) tanpa harus mengorbankan rukun salat.
• Saat berdoa atau berzikir, sebaiknya ambil posisi yang nyaman.
• Hindari menumpukan beban (berat tubuh) pada bagian tubuh tertentu, seperti kaki, dalam waktu yang terlalu lama (tidak lebih dari 30 menit).
• Sesekali biarkan kaki dan tangan lurus dan rileks guna mengurangi rasa pegal dan kemungkinan mati rasa.
• Jika membaca Alquran, bagi Anda yang memiliki keluhan, sebaiknya baca sambil duduk di atas kursi agar tulang belakang tidak terlalu lama membungkuk. Atau usahakan di tempat yang nyaman bagi tubuh Anda.
• Bagi Anda yang memiliki keluhan nyeri, pegal-pegal, kesemutan, maupun kram, sebagai pertolongan pertama, Anda dapat mengonsumsi analgesik (ibuprofen) ditambah vitamin B1, B6, B12. Namun, bila keluhan tidak berkurang dalam waktu dua minggu, sebaiknya konsultasikan ke dokter ahli untuk mendapatkan saran yang tepat.

Perhatikan Juga Saat Bepergian

Selain ragam ibadah untuk mengisi bulan Ramadan, sebagian dari Anda mungkin juga berencana pergi ke luar kota menggunakan motor maupun mobil. Menjelang, saat, maupun sesudah Lebaran, beragam rencana silaturahmi tentu sudah terjadwal.

Agar semua berjalan lancar tanpa keluhan pegal-pegal, nyeri maupun kram, perhatikan beberapa hal berikut ini.

Bagi pengendara motor:
a. Jika Anda menggunakan motor, alangkah bijak bila mempersiapkan fisik dengan baik.
b. Selain meluangkan waktu cukup untuk berolahraga, tak ada salahnya Anda melakukan peregangan maupun rileksasi jika sudah menempuh perjalanan di atas motor selama minimal 30 menit atau setengah jam.
c. Istirahatlah segara jika letih sudah mulai mendera ditandai dengan munculnya rasa kaku dan pegal pada jari-jari tangan, persendian, maupun lutut, susah berkonsentrasi dalam mengendalikan motor, serta mata pegal dan mengantuk.
d. Nyeri dan pegal adalah keluhan yang sering dialami pengendara motor, terutama di jari maupun tangan, karena terlalu sering menekan kopling maupun rem tangan. Berikutnya rasa pegal dan nyeri di bagian belakang leher. Karena itu, lakukan rileksasi secukupnya dengan menggerakkan leher ke kanan atau ke kiri atau memutarnya searah jarum jam secara perlahan.

Bagi pengendara mobil:
a. Bagi pengemudi mobil, keluhan yang dirasakan hampir sama. Namun, biasanya rasa pegal, nyeri, kram menyerang bagian tubuh bawah, seperti kaki, karena terlalu sering menginjak pedal kopling, terlebih jika lalu lintas macet. Begitu juga bagian belakang leher dan punggung karena terlalu lama duduk maupun mengemudi.
b. Hindari sering menggelengkan leher maupun menekuk jari-jari tangan hingga berbunyi di kala merasa lelah dan pegal-pegal. Langkah ini justru dapat merusak jaringan saraf dan membuat saraf leher jadi kaku.
c. Solusi terbaik dan murah adalah memanfaatkan waktu istirahat secara efektif. Selain itu, jangan lupa jaga asupan makan.

Jika Terlanjur Bermasalah

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan jika Anda bermasalah dengan keluhan nyeri, pegal, kesemutan, maupun kram, di antaranya:

1. Segera lakukan konsultasi jika selama dua bulan gangguan itu tidak berkurang atau menunjukkan perbaikan.

2. Hindari mengambil tindakan sendiri seperti memijat atau memberikan terapi yang Anda sendiri belum yakin, sebelum berkonsultasi dengan ahlinya.

3. Diagnosis klinis yang sistematis merupakan sisi paling penting dalam mendiagnosis nyeri. Bila sudah diketahui penyakitnya, pengobatan pun segera dilakukan. Pengobatan paling ringan adalah facet block (memblokade) bagian yang sakit, yaitu dengan suplementasi vitamin neurotropik ditambah obat analgesik-antiinflamasi dan pelemas otot (muscle relaxant).

4. Pengobatan sedapat mungkin dilakukan tanpa operasi. Ini untuk menghindari kegagalan yang sejauh ini masih menjadi masalah.

5. Meski sedang menjalankan ibadah puasa, olahraga ringan sebaiknya tetap dilakukan guna mempertahankan kebugaran dan kesehatan tubuh. Pilih yang sesuai kemampuan dan kondisi kesehatan, seperti jalan kaki, berenang, atau senam. Selain itu, pastikan mengonsumsi makanan bergizi serta menjalani pola hidup sehat.(solusisehat.net)

-Fz-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s