3 responses to “Jajak Pendapat

  1. Kayaknya kalau dibaca dipengumuman CPNS Padang 2009 untuk tenaga kesehatan dengan nama jabatan Perawat ICU/anak tidak mencantumkan kulifikasi pendidikan harus dengan spesifikasi sertifikat perawat ICU/anak, kok aneh yang lain seperti perawat OK, IGD,anastesi ada dicantumkan persyaratan sertifikat.Kalau saya memahami pengumuman tersebut pokoknya secara umum semua tamatan D3 perawat boleh mendaftar pada formasi perawat ICU/anak. Apa memang demikian,atau gimana? mohon penjelasan.

    Terima kasih,
    Damanik

    • untuk persyaratan dan formasi tenaga yang dibutuhkan Rumah Sakit ditentukan oleh bagian SDM RS bersangkutan bukan ditentukan oleh DKK Padang

  2. TERM OF REFFERENCE BASIC TRAUMA & CARDIAC LIFE SUPPORT TRAINING

    Pendahuluan

    Bahwa dalam rangka tanggap darurat bencana dan penanganan endemic penyakit dibutuhkan akses pelayanan kesehatan yang dilengkapi dengan Sumber Daya Manusia Kesehatan terlatih dalam bidang penanganan kegawatdaruratan yang mampu bertindak secara cepat, tepat dan akurat, dalam hal penanganan situasi kegawatdaruratan akibat bencana maupun endemic penyakit perlu adanya peran serta dan pemberdayaan masyarakat secara luas.

    Untuk meningkatkan akses dan kecepatan penanganan situasi kegawatdaruratan perlu diselenggarakan diklat / pelatihan bagi tenaga medis dan atau SDM yang melibatkan unsur Organisasi Kemasyarakatan, dan Masyarakat di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam pemberdayaan dan peningkatan kompetensi masyarakat dan sumber daya manusia kesehatan dalam tanggap darurat bencana medis, dan pelatihan tenaga kesehatan pendamping haji, maka diperlukan sosialisasi, pendidikan, pelatihan, dan penanganan kegawatdaruratan.

    Masyarakat Indonesia sangat sering dihadapkan pada situasi kedaruratan seperti diantaranya bencana, pengungsian, kejadian KLB penyakit menular (emerging dan re-emerging disease), seperti KLB Demam berdarah, malaria, diare, Polio, Flu burung, kejadian keracunan makanan, pencemaran lingkungan dan sebagainya. Salah satu situasi kedaruratan yang menonjol dan sering menimbulkan banyak korban, adalah kejadian bencana, merupakan suatu keadaan yang tidak diinginkan dan biasanya terjadi secara mendadak disertai dengan jatuhnya banyak korban. Keadaan ini bila tidak ditangani dengan semestinya akan dapat menghambat, menanggu dan merugikan kehidupan masyarakat serta pelaksanaan pembangunan. Wilayah Indonesia memang merupakan salah satu negara yang tergolong rawan terhadap kejadian bencana, baik bencana alam maupun bencana karena ulah manusia. Karena Indonesia merupakan negara kepulauan yang secara geografis terletak pada titik pertemuan antara tiga lempengan besar, yaitu lempengan Eurasia di utara, lempengan pacific di timur dan lempengan Indo-Australian di selatan, menyebabkan Indonesia menjadi daerah yang rawan terhadap bencana alam, seperti gempa, letusan vulkanik, gelombang tsunami dan sebagainya.

    Disamping bencana alam, Indonesia memiliki potensi munculnya bencana akibat ulah manusia sebagai resiko dari beberapa kegiatan yang dapat merusak lingkungan, antara lain penggundulan hutan, pembakaran hutan, peoses industri, dan sebagainya. Bencana tersebut antara lain banjir dan pencemaran lingkungan, tanah longsor. Disisi lain, Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar, yaitu lebih dari 200 juta jiiwa dengan persebaran yang tidak merata, terdiri berbagai macam suku / etnis, agama / kepercayaan, budaya, politik yang dapat menjadi pemicu munculnya konflik horizontal maupun vertical yang pada akhirnya akan menimbulkan pengungsian.

    Dari berbagai pengalaman selama ini, bahwa kejadian kedaruratan kesehatan, baik berupa bencana alam, bencana akibat ulah manusia, pengungsian, kasus gizi buruk, KLB penyakit menular, keracunan makanan, kejadian pencemaran lingkungan, serta masalah lain yang potensial seperti menghadapi masa-masa pemilihan umum nasional / daerah dengan diselenggarakannya kampanye pemilu atau pilkada , dan sebagainya, menuntut kesiapan semua pihak baik masyarakat maupun pemerintah sendiri, termasuk diantaranya jajaran kesehatan. Namun diketahui bahwa pihak pemerintah selama ini terlihat lebih menonjol perannya dalam kesiapsiagaan dan belum banyak peran pihak masyarakat.

    Hal ini antara lain terlihat antara lain :

    o Titik berat kesiap siagaan adalah pada kesiap siagaan provider, belum banyak menyentuh upaya untuk menyiapkan / memberdayakan masyarakat.

    o Masyarakat korban/penderita berserta keluarganya cenderung hanya menerima apa yang disediakan oleh pemerintah, bahkan makin bergantung pada adanya bantuan.

    o Pandangan umum bahwa bantuan kesehatan adalah bantuan dalam bentuk tenaga medis dan obat-obatan, sehingga di lapangan upaya kesehatan pada periode paska bencana maupun KLB, pencemaran lingkungan, dsb kurang mendapat perhatian terutama oleh jajaran kesehatan sendiri maupun pemda.

    Kondisi masyarakat tetap sehat – aman dan sejahtera dalam kondisi apapun merupakan idaman setiap orang saat ini maupun masa yang akan datang, mengingat dari pengalaman masa lalu, sering terjadi kondisi yang menyebabkan keresahan masyarakat bahkan memunculkan pengungsian dari satu tempat ke tempat yang lain. Pada kondisi demikian menuntut masyarakat harus bisa secara mandiri untuk menolong diri sendiri, keluarga dan masyarakat sekitarnya, setidak-tidaknya dalam bidang kesehatan. Untuk ini diperlukan adanya arahan, bimbingan dan pembinaan dari pemerintah khususnya unit-unit kesehatan mulai dari tingkat bawah sampai di tingkat pemerintah pusat.

    Dengan demikian harus ada upaya terobosan terutama untuk memberdayakan dalam bentuk kesiapsiagaan masyarakat untuk menghadapi masalah kesehatan yang berbasis masyarakat. Hal ini dikarenakan masyarakat sebagai pihak yang langsung terkena dampak bila terjadi situasi kedaruratan seperti kejadian bencana, pengungsian, KLB penyakit, kejadian pencemaran dan masalah kesehatan lebih banyak sebagai obyek, belum sebagai pelaku penanggulangan. Dengan demikian diharapkan dapat dilakukan upaya menyiagakan diri melalui kelembagaan yang ada di masyarakat baik di pedesaan / kelurahan di setiap kabupaten/kota yang rawan situasi kedaruratan, untuk mencegah dan mengurangi risiko kejadian terhadap kesehatannya, terutama untuk menolong diri sendiri, keluarga dan masyarakat sekitarnya. Untuk dapat mewujudkan kondisi tersebut diperlukan suatu pendekatan kesehatan secara terpadu di lapangan, yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam menghadapi permasalahan kesehatan yang terjadi sehingga masyarakat dapat menolong diri sendiri, keluarga dan masyarakat sekitarnya yang didukung dengan kesiapan unit-unit pelayanan kesehatan, terutama Puskesmas untuk dapat memberikan suatu konsultasi, menyediakan informasi serta sebagai rujukan bagi masyarakat. Hal inilah yang bisa disebut sebagai “KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT atau COMMUNITY PREPAREDNESS”

    TUJUAN PELATIHAN

    1) Peserta memahami sistem penanggulangan penderita gawat darurat terpadu.

    2) Peserta memahami konsep dasar penanggulangan penderita gawat darurat kardiovaskuler dan trauma sesuai standar internasional.

    3) Peserta mampu mengenali keadaan yang mengancam nyawa pada pederita gawat darurat kardiovaskuler dan trauma.

    4) Peserta mampu melakukan penanggulangan / penanganan penderita gawat darurat kardiovaskuler dan trauma berdasarkan prioritas masalah.

    5) Peserta mampu melakukan triage baik dilokasi bencana atau di Unit Gawat Darurat (UGD).

    6) Peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam penanggulangan penderita gawat darurat kardiovaskuler dan trauma yang memadai untuk bekerja di UGD, ICU, Klinik, Puskesmas dan Ambulans Gawat Darurat.

    SERTIFIKAT

    Sertifikat BTCLS for Nurse terakreditasi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

    LANDASAN HUKUM PELATIHAN

    Keberhasilan upaya kesehatan ditentukan oleh SDM Kesehatan yang profesional. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menghasilkan dan meningkatkan SDM Kesehatan yang profesional adalah melalui pendidikan dan pelatihan (diklat).

    Dasar penyelenggaraan kediklatan, termasuk diklat yang diselenggarakan ini khususnya di bidang kesehatan adalah :

    1. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4723) ;

    2. Undang-undang Nomor 34 Tahun 2007 tentang operasi militer selain perang ;

    3. Undang-Undang No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063);

    4. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3637);

    5. Peraturan Pemerintah Nomor 31 tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional ;

    6. Peraturan pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737);

    7. Perpres RI Nomor 8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia ;

    8. Permendagri Nomor 31 tahun 2007 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan & Pelatihan di lingkup Depdagri dan Pemda ;

    9. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 725/Menkes/SK/V/2003 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan di Bidang Kesehatan;

    10. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 066/Menkes/SK/II/2006 tentang Pedoman Manajemen Sumber daya Manusia Kesehatan dalam Penanggulangan Bencana);

    11. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 876/Menkes/SK/XI/2006 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Penanganan Krisis dan Masalah Kesehatan Lain

    12. Permenkes No; HK. 02.02/Menkes/148 / I /2010 ttg Registrasi & Penyelenggaraan Praktik Perawat

    13. Kepmenkes No; 021/Menkes/SK/I/2011 ttg Rencana Strategis Kementrian Kesehatan tahun 2010-2014

    14. Permenkes No 17 tahun 2013

    METODE PELATIHAN

    Pelatihan dilaksanakan dengan dukungan alat peraga dan audiovisual.

    Pelatihan meliputi :

    Ø Teori

    Ø praktek

    Ø simulasi dengan berbagai macam contoh kasus yang didesain oleh tim instruktur pelatihan

    Ø evaluasi dengan praktik

    Ø Learning by Doing

    Ø Accelerated Learning

    Ø Case Simulation & Coaching

    MATERI PELATIHAN

    Materi BTCLS:

    1) Introduction And Course Overview

    2) Chain Of Survival

    3) Automatic External Defibrilation (AED)

    4) Emergency Drug

    5) Sindrome Coroner Acute

    6) ECG normal

    7) Arythmia Lethal

    8) Cardio Pulmonary Resucitation

    9) Airway And Breathing

    10) Circulation And Shock

    11) Assessment And Management of The Trauma Patient

    12) Mechanism Of Injury

    13) Head Trauma

    14) Spinal Trauma

    15) Thoracic Trauma

    16) Abdominal Trauma

    17) Musculosceletal Trauma

    18) Splinting And Bandaging

    19) Burn

    20) Lifting And Moving

    21) Stabilization And Transfering Patients

    22) Disaster And Triage

    23) Cases of Triage

    Salam Hangat,

    Mahaputra Holding Company memberikan choice untuk mengikuti Pelatihan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD) atau sejenisnya dari mulai Basic Life Support (BLS), hingga Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS) adalah wahana training KOMPETENSI serta menempa mental, membentuk sense of belongingness. Sehingga tak hanya substansi materi yang menjadi suguhan target utama pelatihan namun penguasaan skill-spirit dan stamina secara komprehensif dalam kerangka mental ekspectansi bagi tenaga medis khususnya perawat, bidan ataupun dokter umum. Meteri tersebut merupakan modal / bekal dalam menempuh berbagai lapangan kerja nantinya. Sertifikat yang mereka terima merupakan modal awal dan bagi tenaga medis, merekalah leader dalam kegawat daruratan medis. Kesemuanya diramu dalam bingkai kerjasama team untuk menumbuhkan sense of belongingness demi mencapai semua pilar pelayanan kesehatan.

    Kami tak mempergunakan Event Organizer, karena tak seyogyanya pelatihan kompetensi diperantarai EO yang tak memahami substansi kompetensi .

    Thats is building expectancy & competency… No Entertainment !

    Jadwal Road Map kami :

    1. 01-03 Nov 2013 di Padang Panjang CONTACT 085766311860

    2. 25-28 Nov 2013 di Akper Kesdam I/BB Padang CONTACT 085260060499 – 08127520997

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s